Manfaat Mengikuti Seminar untuk Menghadapi Dunia Kerja

Manfaat Mengikuti Seminar untuk Menghadapi Dunia Kerja

Seminar adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk berbagi ilmu dan tips yang fungsi utamanya untuk mengedukasi peserta. Pesertanya rata-rata terdiri dari para mahasiswa dan kalangan pekerja yang memiliki tujuan berbeda. Di kalangan mahasiswa seminar seolah menjadi sesuatu yang amat penting karena beberapa universitas menjadikan sertifikat seminar sebagai syarat kelulusan perguruan tinggi.

Selain menjadi ajang berbagi ilmu, seminar juga memiliki manfaat bagi dunia kerja oleh sebab itu banyak kalangan pekerja yang menyempatkan diri untuk ikut serta. Mahasiswa yang akan terjun ke dunia kerja juga harus rajin mengikuti seminar karena penting untuk pengembangan karier nantinya. Kamu yang masih ragu, kamu bisa melihat apa saja manfaat mengikuti seminar untuk dunia kerja di bawah ini agar lebih yakin dan termotivasi.

Menambah wawasan

Seminar selalu menghadirkan seorang ahli sesuai bidangnya yang menjadi pembicara kredibel. Kamu bisa menyerap ilmu dari pembicara yang hadir serta menambah wawasan baru sehingga pemikiran kamu lebih terbuka. Semakin luas wawasan kamu akan sangat membantu kamu menghadapi dunia kerja dengan persaingan yang semakin ketat.

Menambah Relasi

Setiap kali seminar berlangsung, pesertanya pastilah tidak sedikit karena akan dihadiri banyak orang dengan latar belakang berbeda. Inilah kesempatan kamu untuk mendapatkan kenalan dan relasi baru. Hal ini sangat penting di dunia kerja karena untuk mendapatkan relasi dan menjalin kerja sama, kamu membutuhkan banyak kenalan dari perusahaan lain.

Melatih cara komunikasi

Sebuah seminar selalu menghadirkan sesi tanya jawab, kamu bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk melatih komunikasi dengan ahli yang ada di hadapan kamu. Pertanyaan yang kamu ajukan tidak akan selesai dalam satu kali jalan, akan selalu ada pertanyaan lanjutan yang bisa kamu ajukan. Kamu akan terbiasa dengan public speaking dan tidak gugup lagi saat bebricara dengan atasan di kantor.

(Baca juga: 5 Alasan Mengapa Pengalaman Magang Sama Pentingnya dengan Gelar Kamu)

Manfaat Mengikuti Seminar yaitu mendapat Sertifikat

Nah ini juga penting buat kamu di dunia kerja. Sertifikat yang kamu dapatkan dari mengikuti seminar akan sangat bermanfaat saat kamu melamar pekerjaan. Perusahaan akan melihat dokumen selain CV dan surat lamaran yang berhubungan dengan keahlian kamu. Semakin banyak sertifikat yang kamu punya, semakin besar kesempatan kamu untuk memperoleh pekerjaan.

Bertemu dengan orang besar

Kamu juga berkesempatan untuk bertemu langsung dengan orang terkenal, bukan tidak mungkin orang yang jadi pembicara adalah salah satu tokoh panutan kamu. Pasti senang jika bisa bertatap muka dengan orang terkenal yang kamu idolakan. Kesempatan ini jangan sampai kamu sia-saiakan karena bisa jadi itu hanya terjadi sekali seumur hidup.

Jangan ragu lagi yah untuk menghadiri acara seminar, banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan. Satu lagi kalau mengikuti seminar usahakan benar-benar turut didalamnya karena akan banyak ilmu yang bisa kamu serap.

Link and Match Pendidikan dan Dunia Kerja

Link and Match Pendidikan dan Dunia Kerja

Link and match adalah penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan. Kurikulum dan sistem pendidikan terutama pendidikan tinggi di Indonesia sudah saatnya sesuai dengan kebutuhan kerja (link and match). Pasalnya, sampai saat ini lulusan pendidikan tinggi belum menjadi jaminan bisa memasuki pasar kerja dan dunia industri.

Pada hakikatnya konsep link and match dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja. Perguruan Tinggi perlu melakukan kerjasama sinergis dengan dunia kerja profesional agar relevansi pendidikan tinggi dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu tentunya dengan prinsip kerja dimana perguruan tinggi harus mampu memberikan keuntungan juga bagi dunia usaha (model manajemen win-win), jika akan melakukan program link and match.

Seperti kita tahu, hampir setiap tahun terjadi peningkatan pengangguran lulusan pendidikan tinggi. Pasalnya, lulusan perguruan tinggi belum didukung dengan kemampuan atau kompetensi untuk masuk ke pasar kerja.

Oleh karena itu, sebagai pihak kampus, langkah kongkrit yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan adalah menyesuaikan program pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar.

Melalui kerjasama fungsional link and match dengan dunia kerja profesional, perguruan tinggi secara konseptual akan memiliki peluang yang cukup besar untuk melahirkan lulusannya menjadi calon-calon tenaga kerja yang memiliki profesionalisme yang tinggi. Karena di dunia kerja itulah para mahasiswa akan memperoleh pengalaman baru lebih jauh dan aktual dari sekedar pengalaman yang dideskripsikan pada kurikulum suatu perguruan tinggi.

Manfaat Pengembangan Karir untuk Karyawan dan Perusahaan

Manfaat Pengembangan Karir untuk Karyawan dan Perusahaan

Perusahaan yang besar merupakan perusahaan yang berani MENJAMIN kehidupan yang lebih baik untuk para karyawannya. Perusahaan besar akan memberikan banyak manfaat pengembangan karir karyawan dalam perusahaan bagi setiap orang. Namun itu tidak serta merta menjadi BEBAN tanggungjawab perusahaan semata. Karyawan atau pun Anda juga berperan penting dalam pengembangan perusahaan. Bentuk tanggung jawab karyawan adalah dengan selalu BELAJAR dan BERKEMBANG secara individu. Tanggung jawab perusahaan adalah memfasilitasi program pengembangan karir karyawan.

Perusahaan pasti akan memberikan FASILITAS dan SARANA terbaik demi mendapatkan karyawan dengan PRRESTASI tinggi. Keduanya harus saling SINERGI berkesinambungan demi SUKSES kedua belah pihak. Oleh karena itu, pengembangan karir karyawan harus terus dilakukan dalam proses perbaikan. Berikut adalah manfaat pengembangan karir dalam perusahaan bagi pertumbuhan masing-masing.

Manfaat bagi PERUSAHAAN

Pengembangan karir seorang karyawan dalam perusahaan, ternyata memberikan banyak manfaat bagi perusahaan itu sendiri. Karyawan-karyawan dengan talenta terbaik, ikut membawa nama baik perusahaannya. Saat bertemu KLIEN, Konsumen atau Kolega, maka secara tidak langsung, nama baik perusahaan akan terbawa.

  1. Tujuan ORGANISASI dan KARYAWAN selaras

Dengan melakukan pengembangan tentu karyawan akan semakin lebih baik. Ketrampilan dan Pengetahuan akan semakin meningkat. Dampaknya jelas bagi karyawan sendiri, dan juga berguna bagi perkembangan perusahaan.

Hal tersebut berimbas pada CITRA dan JENJANG KARIR dalam perusahaan. Karyawan akan mendapatkan strata jabatan lebih TINGGI, dan perusahaan mendapatkan citra lebih BAIK. Orang luar akan melihat bahwa perusahaan makin berkembang dengan karyawan mereka yang makin AHLI dan BERPENGALAMAN. Kenaikan pangkat, jabatan seseorang dalam jenjang karirnya adalah konsep MUTUAL, bukan konsep INDIVIDUAL.

Oleh karena itu, keduanya harus terus MAU memperbaiki diri. Perusahaan memberikan FASILITAS dan karyawan meningkatkan PRODUKTIVITAS. Dengan begitu kedua pihak akan merasakan manfaat pengembangan karir karyawan dalam struktur organisasi perusahaan.

  1. Program Pengembangan SDM lebih EFEKTIF dan EFISIEN

Dengan melakukan pengembangan karir seseorang tentu KUALITAS kinerja karyawan bersangkutan pun akan meningkat. Peningkatan ini tentu akan meningkatkan kinerja perusahaan pula. Produktivitas karyawan meningkat, dan pada akhirnya dapat menekan biaya SDM. Program pengembangan karir karyawan bertujuan JANGKA PANJANG memberikan efektivitas kerja.

Setiap karyawan yang memperoleh pelatihan, pembelajaran, seminar, workshop dan lainnya, akan mendapatkan banyak manfaat baru yang bisa diimplementasikan. Implementasi hal baru melalui MENTOR atau FASILITATOR internal, pasti lebih EFEKTIF dan lebih EFISIEN. Perusahaan dapat mengirimkan 2 orang karyawan terbaik mereka, dan mengajarkan kembali pada 10 orang karyawan lain.

  1. Iklim Kerja Perusahaan menjadi lebih SEHAT

Iklim kerja yang positif tentu akan semakin menggiatkan karyawan bekerja. Tak hanya itu, mental sehat para pekerja pun akan terwujud. Sehingga bukan hal yang sulit bagi perusahaan untuk mewujudkan visi misi organisasi. Oleh karena itu, pengembangan karir karyawan perlu dilakukan berkelanjutan.

Perusahaan mengelola sumber daya yang LOYAL dan TANGGUH, sehubungan pola-pola pengembangan karir individu. Jika setiap individu merasa puas dengan situasi dan kondisi bekerja, maka suasana kerja akan menjadi KONDUSIF. Inilah iklim budaya kerja yang diharapkan. Kesehatan iklim kerja merupakan manfaat pengembangan karir karyawan dalam perusahaan.

Manfaat bagi KARYAWAN

Karir Anda yang berkembang baik, meski tidak PROGRESSIF, namun cenderung meningkat secara periodik, menjadi tanda bahwa Anda menemukan RITME dan IRAMA kerja yang sesuai. Manfaat pengembangan karir karyawan dalam perusahaan tempatnya bekerja jelas merupakan CV positif. Karir yang tumbuh adalah NILAI TAMBAH bagi masing-masing pribadi karyawan.

  1. Karyawan menjadi lebih tahu PASSION

Dengan terus melakukan pengembangan sama saja dengan terus memperbaiki diri. Dari perbaikan diri tentu karyawan akan menjadi lebih mengenal siapa dirinya. Anda pun akan menjadi lebih tahu bagaimana kemampuan dan bakat yang dimiliki. Sehingga karyawan akan bekerja lebih baik.

Perusahaan akan memperoleh talenta yang berbakat dan potensial. Perusahaan pun lebih mudah melakukan MAPPING karyawan sesuai KOMPETENSI mereka. Karyawan yang sudah bekerja sesuai HASRAT dan MINAT mereka tentu diharapkan lebih PRODUKTIF, INOVATIF dan KREATIF.

Passion adalah jembatan pertama pengembangan karir seseorang dalam bekerja. Jika Anda belum menemukan BAKAT, MINAT, HASRAT dan SEMANGAT kerja yang sesuai, maka produktivitas bisa terganggu. Untuk itulah perusahaan perlu melihat manfaat pengembangan karir karyawan ini, sehingga mereka menemukan “hobi” dalam bekerja dan berkontribusi positif bagi TUMBUH KEMBANG bisnis perusahaan.

  1. Jaminan KESEJAHTERAAN bagi Karyawan

Perusahaan sebaiknya memberikan keleluasaan untuk karyawan dalam mengembangkan karir. Tentu keleluasaan tersebut harus SEIMBANG dengan SYARAT tertentu yang harus dipenuhi. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk JAMINAN kesejahteraan karyawan oleh perusahaan. Dengan begitu LOYALITAS karyawanpun bisa meningkat.

Karyawan yang diberi kesempatan untuk “sekolah” lagi oleh perusahaannya, akan melihat hal ini sebagai bentuk jaminan kesejahteraan. Pendidikan lanjutan dengan biaya perusahaan tentu diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi dalam kinerjanya. Dan Anda yang mendapatkan kesempatan tersebut, akan merasakan manfaatnya secara langsung.

  1. Relasi Karyawan BERTAMBAH

Karyawan yang berkembang secara karirnya, akan berhubungan dengan orang-orang baru pada level yang sama di perusahaan lain. Mereka bisa saling bertukar pikiran atau saling berdiskusi dalam pengembangan bisnis. Pun demikian relasi karyawan yang berkembang karirnya, akan bertambah, dan ini menegaskan bahwa mereka berada pada posisi lebih baik dari sebelumnya.

Pengembangan karir juga akan memberikan dampak yang baik bagi hubungan perusahaan dan karyawan. Dengan begitu kekompakan dan kesolidan pun akan terpupuk baik. Karyawan yang mendapatkan promosi jabatan, akan berkomunikasi dengan level lebih tinggi di perusahaannya. Ini adalah kesempatan menambah relasi di internal perusahaan. Sehingga bukan hal sulit untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang, sehubungan relasi yang makin banyak.

  1. PARTISIPASI Karyawan Meningkat

Setiap perusahaan pasti memiliki program tertentu guna mewujudkan kesuksesan. Namun program yang hebat tidak akan ada artinya jika tidak ada dukungan dari karyawannya. Dan karyawan yang aktif adalah karyawan yang merasakan manfaat pengembangan karir dalam perusahaannya. Oleh karena itu, pengembangan karir perlu terus dilakukan agar setiap PROGRAM kerja berjalan dan tercapai dengan baik.

Manfaat pengembangan karir karyawan juga meningkatkan MOTIVASI dalam bekerja. Motivasi terbaik adalah yang berasal dari dalam diri karyawan. Dan ini akan timbul manakala mereka mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang.

Itulah berbagai manfaat pengembangan karir karyawan dalam perusahaan. Hal yang paling penting adalah selalu belajar dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi persoalan. Sebab sesungguhnya persoalan datang untuk menjadikan diri lebih baik dan semakin berkualitas dalam menghadapi hidup.

Meningkatkan Daya Serap Lulusan SMK

Meningkatkan Daya Serap Lulusan SMK

Sebuah tanda tanya besar menggantung di kepala kita, saat melihat data yang dikeluarkan oleh kantor Biro Pusat Statistik tentang angkatan kerja Indonesia dan penyerapannya di dunia kerja.

Pertanyaan itu bersumber pada data yang mengungkapkan rendahnya penyerapan tenaga kerja yang berasal dari lulusan SMK dibandingkan dengan mereka yang lulusan SMA. Padahal seharusnya sesuai dengan tujuan pembentukan atau pendirian SMK ini adalah untuk menyiapkan tenaga trampil untuk mengisi lowongan pekerjaan dengan keterampilan tingkat menengah, sesuai dengan klasifikasi kebutuhan perusahaan. Lalu kenapa justru mereka yang sudah dipersiapkan ini justru tidak bisa mengisi pos-pos pekerjaan yang sebenarnya adalah untuk mereka? Lalu bagaimana dengan tenaga kerja ini mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas Asean yang dipresentasikan sebagai Masyarakat Ekonomi Asean, yang gemboknya akan dilepas dan pintu masuknya tenaga asing itu akan dibuka beberapa hari lagi?

Sebuah seminar menyambut MEA untuk siswa SMK
Kita masih ingat, beberapa tahun yang lalu seorang menteri di kabinet SBY tampil menjadi bintang iklan khusus untuk memajukan dan memancing minat para tamatan SMP untuk masuk ke SMK. Semua stasiun TV menayangkan iklan tersebut, kitapun masih ingat tagline mereka: SMK bisa! Sehingga berbondong-bondonglah para tamatan SMP itu untuk masuk SMK. Sehingga di beberapa sekolah swasta yang menyelenggarakan pendidikan untuk kedua sekolah menengah tersebut terjadi perubahan yang cukup besar, dimana siswa yang mendaftar ke SMK lebih banyak dari siswa SMA, sekaligus membuang stigma yang sudah lama berkembang di masyarakat, bahwa SMK adalah tempat murid buangan yang tidak bisa menembus persaingan masuk SMA.

Namun apa yang kita lihat dari data BPS tersebut, sepertinya terjadi anomali. Justru mereka yang tamat SMK tersebut kurang terserap oleh pasar tenaga kerja, lalu dimana letak salahnya? Apakah karena pelajaran yang diberikan di SMK masih mentah dan hanya menyentuh kulitnya saja dari setiap jurusan yang sediakan, sehingga ketika para lulusan SMK tersebut sering berguguran disaat melamar ke perusahaan? Sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban segera. Sebelum lowongan yang seharusnya diisi oleh para tamatan SMK tersebut ditempati oleh para pekerja asing yang datang menyerbu Indonesia sebagai imbas telah dibukanya dengan resmi Masyarakat Ekonomi Asean tersebut.

IMG_4458
IMG_4458
Sebagaimana diketahui dan telah disebarkan ke tengah masyarakat dalam berbagai bentuk seminar maupun berita di media cetak dan elektronik, bahwa Masyarakat Ekonomi Asean adalah sebuah integrasi ekonomi Asean dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara Asean. Seluruh negara anggota Asean telah menyepakati perjanjian ini.

Dalam menghadapi persaingan yang teramat ketat dalam MEA ini, negara-negara Asean haruslah mempersiapkan sumber daya manusia atau SDM yang trampil, cerdas, dan kompetitif. Nah, bagaimana strategi Indonesia dalam menghadapi persaingan ini, kalau pada persaingan tingkat lokal saja para pelajar SMK ini banyak berguguran, sementara Indonesia adalah pangsa pasar tenaga kerja terbesar di kawasan Asean yang akan menjadi ladang garapan para pekerja kelas menengah dan bawah. Apakah kita akan kembali jadi penonton di negeri sendiri dengan tingkat pengangguran yang akan semakin tinggi?

Inapen, sebuah lembaga pendidikan informal, pernah melakukan penelitian kenapa rendahnya penyerapan tenaga kerja lulusan SMK ini di tengah pasar tenaga kerja yang sebenarnya sangat berpotensi mereka isi, sesuai dengan ijazah dan keterampilan yang mereka dapatkan di sekolah asal mereka. Dalam penelitian tersebut pihak Inapen menemukan beberapa kelemahan atau kekurangan dari para tamatan SMK ini, sehingga mereka gagal dan kalah bersaing dengan teman-temannya yang tamatan SMA.

Hasil dari penelitian tersebut menghasilkan sebuah jawaban yang mungkin boleh dikatakan sederhana, namun berperan penting bagi para siapapun yang ingin memasuki dunia kerja, yaitu:

Karena merasa sudah menguasai ilmu yang mereka dapatkan di sekolah, para siswa lulusan SMK ini banyak yang merasa tidak perlu lagi mengupgrade dirinya dengan ilmu-imu lain yang tidak mereka dapatkan di sekolah. Misalnya dengan mengikuti kursus-kursus atau seminar yang tidak ada hubungannya dengan apa yang mereka dapatkan di sekolah namun penting bagi mereka disaat hendak melamar dan memasuki dunia kerja. Banyak diantara mereka yang lulusan SMK tersebut yang merasa bahwa mereka telah menguasai segalanya, padahal masih banyak yang belum mereka ketahui, bagaimana sebenarnya dunia kerja itu menantang mereka dengan situasi yang berbeda dengan ruang kelas atau ruang praktikum mereka. Walau pihak sekolah telah berusaha sedapat mungkin membuat suasana ruang kelas atau ruang praktik mereka mendekati suasana ruang kerja sesuai dengan jurusan yang diajarkan, namun dunia kerja yang dinamis dan berkembang setiap saat tentu tidak bisa dengan serta merta bisa mereka ikuti dan aplikasikan di sekolah.

Berbeda halnya dengan mereka yang lulusan SMA, karena merasa bahwa ilmu mereka masih kurang untuk dibawa bersaing ke dunia kerja, para siswa SMA ini rajin mengikuti kursus-kursus, les privat atau seminar-seminar tentang ketenagakerjaan atau dunia kerja. Kesadaran akan keharusan untuk melakukakan upgrade ilmu guna meningkatkan kualitas diri dan kompetensi dalam memasuki dunia kerja yang ada dihadapan mereka, membuat mereka mempunya wawasan yang lebih luas dan lebih siap bertarung memperebutkan lapangan kerja yang tersedia, dan memudahkan mereka untuk diterima dilapangan pekerjaan yang mereka minati. Mereka inilah tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di arena Masyarakat Ekonomi Asean yang sebentar lagi akan datang dengan segenap tantangan dan peluangnya.

Magang, sebagai alternatif lain untuk meningkatkan kualitas diri.

Satu hal lagi yang dapat meningkatkan kualitas angkatan kerja Indonesia adalah dengan mengikuti program magang yang sering diadakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Dengan mengikuti magang, para calon tenaga kerja ini akan banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sudah pasti sesuai dengan yang dibutuhkan di pasaran kerja, seperti:

  • Merasakan kesempatan, berhubungan dengan lingkungan profesional.
  • Magang memiliki peluang, merasakan bekerja di perusahaan nyata dan mecoba karir yang diminati
  • Membuka network, merasakan suasana kerja sebelum bekerja.
  • Membangun kepercayaan diri, serta mengidentifiasi ketrampilan, kemampuan dan bakat.
  • Membiasakan diri, memanfaatkan perangkat kerja (software & hardware) dalam dunia kerja sesungguhnya.
  • Membentuk karakter profesional dalam dunia kerja.

Masyarakat Ekonomi Asean yang diikuti oleh pasar bebasnya, dalam hitungan hari lagi akan mendatangi kita, siap tidak siap kita harus menghadapinya. Mereka yang siap akan berjaya dan yang tidak siap akan tergilas. Pilihan ada ditangan Anda!

Sekarang saatnya “KERJA Nyata” untuk SMK

Sekarang saatnya “KERJA Nyata” untuk SMK

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peranan dalam perencanaan dan penciptaan kompetensi SDM tingkat menengah.

Mengapa SMK ? karena SMK merupakan pendidikan yang menyiapkan kaum muda menjadi manusia yang kompeten dan produktif level menengah yang kebutuhannya besar dan dapat langsung bekerja dibidangnya.

Dengan demikian, pembukaan suatu program keahlian harus responsif terhadap perubahan pasar kerja. Pola pendidikan sistem ganda(dual system) sudah tepat diterapkan SMK dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan dengan kemampuan yang diminta oleh dunia industri/usaha, karena pondasi kelompok mitra (pokmi) SMK-DUDI telah terbentuk dengan benar
Kerja nyata pengembangan SMK mempunyai outcome yang jelas dan terukur, peranan pelaksanaan inpres revitalisasi SMK dimana diperlukan pemerintah bekerjasama dengan berbagai sektor, dunia usaha dan industri, serta masyarakat merupakan dasar dari kerja nyata dan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi persyaratan mutlak dilakukan.

Kerja nyata untuk pengembangan SMK didalam melaksanakan pendidikan sistem ganda dengan target menjadikan siswa SMK mempunyai kompetensi, Konsep kompetensi (dalam SKKNI) tidak terbatas pada keterampilan kerja dalam artian yang sempit namun mengandung 5 (lima) dimensi kompetensi yaitu :

Keterampilan Melaksanakan Pekerjaan (Task Skills).Menunjukkan kemampuan siswa menyelesaikan tugas — tugas dalam pekerjaan yang diuraikan dalam KUK (kriteria unjuk kerja)

Keterampilam Mengelola Pekerjaan (Task management Skills).Menunjukkan kemampuan siswa untuk mengelola beberapa pekerjaan. Sering digunakan oleh siswa dalam merencanakan pekerjaan-pekerjaan sekaligus dengan menginterpretasikan beberapa tugas — tugas lainya untuk menghasilkan pekerjaan yang lengkap

Keterampilan Mengelola Keadaan Darurat / diluar Rutinitas Pekerjaan (Contigency Management Skills). Meliputi kemampuan siswa terhadap ketidak-teraturan dan gangguan rutinitas, termasuk keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan sehari — hari sehingga dapat menghadapi ketidak-teraturan, ketidak-sempurnaan atau yang tidak dapat diketahui.

Keterampilan Memenuhi tuntutan Pekerjaan / Lingkungan Kerja (Job/Role Environment Skills).Keterampilan yang biasanya digunakan untuk memenuhi tanggung jawab serta ekspektasi dari lingkungan pekerjaan dan untuk dapat bekerja sama dengan orang lain, termasuk berinteraksi seperti rekan sejawat, pelanggan, nasabah dan khalayak umum. Kapasitas bekerja sama dengan orang lain serta beradaptasi terhadap berbagai macam situasi dan tuntutan pekerjaan disetiap perusahaan menjadi kunci kesuskesan kerja.

Sudah saatnya dari kerja, kerja, kerja menjadi kerja nyata mencapai daya saing SDM era global.

sumber: https://www.kompasiana.com/sagustiono/59c07876a388ed7c3c3dcf22/saatnya-kerja-nyata-dalam-pengembangan-smk